Didekat gadis kecil itu, duduklah seorang anak lelaki dengan tatapan mata yang kosong.Ditangannya ada sebuah pistol yang telah berumur lebih dari tiga puluh tahun, yaitu P228, pistol yang dibuat sebelum perang dunia ketiga dimulai.
Disekitar mereka, tergeletak beberapa mayat manusia yang telah bermutasi menjadi makhluk yang haus darah, dengan nafsu membunuh yang kuat dan kekejaman yang tiada batas. Kraken.
Dokter Imran berlutut disamping gadis kecil itu.Ia merobek ujung dari jubahnya dan mengikatkan secarik kain itu ketangan gadis kecil itu. Ia mengangkat tubuh gadis kecil itu dan menahan kepala gadis itu dengan tangan kirinya.
"Tidak mungkin." Gumamnya pelan.
"Kalian mengalahkan mereka semua?" Tanyanya.
Anak lelaki itu mengangguk pelan, ia terlalu takut untuk bicara.
"Vita brevis breviter in brevi finietur,Omnia mors perimit et nulli miseretur. ( Life is short, and shortly it will end, Death comes quickly and respects no one) " Gumam anak itu berulang-ulang.
Dokter Imran mengernyitkan dahi, berusaha untuk memahami ucapan anak itu, namun ia sama sekali tidak mengerti.
Bau darah yang amis itu juga mengundang beberapa ekor serigala yang kelaparan yang muncul dari kegelapan yang kelam dan mengepung mereka bertiga dari segala arah, tidak menyediakan celah untuk mereka untuk melarikan diri.
Dokter Imran hanya pasrah akan nasibnya, ia tahu bahwa ia tidak mungkin lolos dari serigala-serigala itu. Meskipun C2AR-SPW tersandang dipunggungnya, ia tidak dapat melindungi mereka bertiga.
"Ad mortem festinamus peccare desistamus. (To death we are hastening, let us refrain from sinning)" Ujar anak lelaki itu dengan jelas.Dia berdiri tegak didepan Dokter Imran dan gadis kecil itu, ditangan kanannya ia menggengam pistol P228, dan ditangan kirinya ia menggenggam sebuah bayonet yang berlumuran darah.
Seekor serigala mengeluarkan lolongan panjang, memberikan kode kepada serigala-serigala yang lain untuk menyerang.
"Ad mortem festinamus peccare desistamus. (To death we are hastening, let us refrain from sinning)"
Dokter Imran menutup matanya dan memeluk gadis kecil itu dengan erat, ia menginginkan kematian yang cepat dan tidak menyakitkan.
"Intrare non poteris regnum Dei beatus. (You will not be able to enter, blessed, the Kingdom of God)" Gumam anak lelaki itu pelan.
CRIMSON SKY
Tidak ada komentar:
Posting Komentar